Bagi kita tentunya akan sangat menggembirakan pada saat kita dapat mencari uang yang halal untuk memenuhi kebutuhan kita sehari-hari. Karena mungkin masih ada di antara kita yang kadang terjebak pada grey area atau daerah abu-abu yang kurang jelas batas haram dan halal dalam meraih kepingan rupiah. Semoga Allah memudahkan jalan bagi kita untuk mencari nafkah yang halal dan thayib, amien yaa Rabbal`alamin.
Allah ‘azza wa jalla berfirman di dalam Surah Al-Baqarah ayat 215: “Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah, “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” Dan apa saja kebaikan yang kamu perbuat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.
Dari ayat tersebut dapat kita petik pelajaran sangat berharga, bahwa orang tua kita baik itu ibu maupun bapak harus kita dahulukan di dalam penyaluran harta kita. Misal kita tiap bulan memberi jatah kepada beliau. Tidak perlu banyak-banyak yang penting pantas buat orang yang telah menyayangi kita dan mengasuh kita dari buaian hingga dewasa. Walaupun tidak dapat dinilai dengan harta dan kita tidak dapat membalas semua itu dengan harta akan tetapi jika kita memperhatikan mereka dan menyisihkan sebagian penghasilan kita bagi mereka, itu sudah sangat menyentuh secara batiniah dan emosional tentunya. Mereka akan senang dan pasti doa kebaikan akan selalu dipanjatkan buat putra maupun putrinya yang penuh pengertian.
Bagi yang sudah menikah dan berkeluarga tentunya punya kewajiban untuk keluarganya. Tapi jangan lupa, jika ada kelebihan harta untuk dinafkahkan, maka orang yang pertama kali berhak menerimanya adalah orang tuanya dalam ini ibu bapaknya. Walaupun ibu bapakknya tersebut kaya raya, tapi bukan uang yang dinilai melainkan sebuah perhatian dan kasih sayang. Apalagi kalau keadaan ibu bapaknya kekurangan, tentunya sangat diharapkan putera-puterinya membantu ekonomi orang tuanya.
Daftar berikutnya adalah kaum kerabat. Dalam hal ini saudara dari ibu dan bapak, dan yang lebih penting adalah saudara sekandung. Jika tidak punya maka saudara yang paling dekat, bisa sepupu atau saudara sekandung ibu atau bapak. Akan sangat bijak dan Islami sekali jika dalam saudara sekandung ada yang sukses terus menolong adik atau kakaknya untuk ikut sukses. Dalam hal ini dapat dengan memberikan modal usaha atau membantu menyekolahkan, mencarikan kerja yang sesuai dengan keahliannya, dll. Tentu semua itu akan semakin mempererat tali persaudaraan di dalam keluarga tersebut, sehingga nilai-nilai Islampun dapat lebih mudah diimplementasikan.
Berikutnya adalah anak-anak yatim. Hal ini sangat menarik karena Allah akan memberi pahala kepada kita seperti ahli puasa dan ahli tahajjud jika kita menafkahi anak-anak yatim. Di samping itu juga Rasulullah SAW. pernah bersabda yang intinya bahwa jika kita ingin keinginan kita terkabul, maka hendaklah kita memberi makan anak yatim dan mengelus kepalanya. Subhanalloh, sebuah aktifitas rohani yang sangat menyentuh dan membangkitkan ghirah (semangat) untuk hidup dan menapak kehidupan dengan tegar dan laksana oase bagi jiwa anak-anak yatim tersebut.























